Siap-Siap! Pelajar SMA Bernama Nyoman dan Ketut Bakal Terima Insentif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi Bali telah menyisihkan anggaran insentif bagi pelajar SMA/SMK yang bernama depan Nyoman dan Ketut dalam Pos Anggaran Perubahan APBD 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari dukungan program keluplan berencana empat anak (KB empat anak) yang diinisiasi Pemprov Bali untuk mempertahankan jumlah penduduk asli Bali yang semakin menyusut. Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa prioritas pemberian insentif ini ditujukan terlebih dahulu bagi pelajar dari keluarga berpendapatan rendah. Insentif khusus diberikan kepada anak ketiga dan keempat yang memiliki nama tradisional Nyoman dan Ketut, sesuai dengan pelaksanaan program KB empat anak yang sedang berjalan. Menurut data terbaru, hanya sekitar 4,5 persen dari total penduduk Bali yang berjumlah 4,4 juta jiwa yang masih menggunakan nama depan Ketut atau merupakan anak keempat dalam keluarga. DPRD Bali telah menyetujui keputusan untuk mengubah APBD 2026 guna mendanai kebijakan ini.
Bagikan
Berita terkait
Gairahkan Ekonomi Bengkalis, Laurensius Tampubolon Dorong Optimalisasi Potensi Pariwisata
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 13.45
DPRD DKI Soroti Desil Bansos, Biaya Hidup Jakarta Jadi Pertimbangan
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 18.15
Anggaran Iuran BPJS Pemkot Bogor Hanya Bertambah Rp463 Juta, Komisi IV Soroti Kebutuhan Rp20,7 Miliar
JPNN.com · 19 September 2026 pukul 19.00
Gebrakan UT Denpasar! Lahan Plus Hibah Aset Rp 4,89 Miliar, Koster Merespons
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 21.53