Sikambal Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Warga Kampung Bali
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
Warga Kampung Bali, Jakarta Pusat, mengembangkan inovasi pengelolaan sampah bernama Sistem Kampung Bali Berkelanjutan (Sikambal) yang menggabungkan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Inovasi ini mencakup empat pilar: Sikambal Digital untuk pencatatan bank sampah, Kampung Bali Magot untuk pengolahan sampah organik, Sikambal Urban Farming untuk pemanfaatan lahan sempit, dan Sikambal Edu sebagai media edukasi lingkungan. Salah satu produk andalan Sikambal adalah boneka yang terbuat dari sampah dan berfungsi sekaligus sebagai media edukasi bercocok tanam bagi anak-anak.
Sikambal telah melibatkan sekitar 400 warga, termasuk kader PKK, Dasawisma, Jumantik, serta masyarakat RT dan RW. Setiap bulan, sekitar satu ton sampah organik dari RW 10 diolah melalui Kampung Bali Magot. Boneka Sikambal diproyeksikan dapat dijual dengan harga Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per unit, sehingga diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi warga.
Inovasi ini berhasil masuk ke tiga besar ajang inovasi kelurahan tingkat Provinsi DKI Jakarta. Kepala Pusat Riset Inovasi Daerah Bappeda DKI Jakarta, Maruhal Mangasi Tunas Sijabat, menekankan pentingnya verifikasi faktual dan keberlanjutan program agar tidak hanya menjadi solusi sementara tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas.
Bagikan
Berita terkait
11 Perusahaan Pengangkut Sampah di Jakarta Kena Sanksi DLH, Ini Pelanggarannya
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 00.04
Dari Turnamen ke Bisnis Digital, Anak Muda Manfaatkan Pertumbuhan Industri Gim
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 23.53
Pola Raya dan KJRI New York Buka Jalan Talenta Indonesia ke Pasar Global
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 20.05
Tak Cuma Kuota, Pelanggan IM3 Bisa Akses Gratis Adobe Express Premium
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 19.41