Sistem Pembangkitan Flores Kembali Normal Pascagempa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sistem pembangkitan listrik di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali normal kurang dari 24 jam pasca gempa. Menurut Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo, operasional pembangkit telah pulih dengan daya tersedia sebesar 137 MW dan beban puncak 93 MW, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. PLN juga memulihkan pembangkit di wilayah terpencil seperti Pulau Palue dan Golo Lebo. Selain itu, PLN menyalurkan bantuan sembako ke warga terdampak di Desa Tanjung Boleng. Rizal memastikan asesmen lanjutan akan dilakukan untuk menilai kondisi aset pembangkitan pasca gempa. General Manager PLN UIK Dwipantara menegaskan komitasi menjaga pembangkit tetap aman dan andal. Di sisi lain, BMKG mencatat 4.258 gempa susulan pasca gempa M7,7 Flores, dengan prediksi gangguan berlangsung hingga empat minggu. Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menekankan pentingnya penanganan darurat bencana di NTT tidak terhalangi oleh ketersediaan anggaran. Beberapa desa terpencil seperti Desa Sisir dan Pong Lengor belum menerima bantuan, sementara warga pengungsi mengeluhkan minimnya fasilitas kesehatan dan bantuan di pengungsian.
Bagikan
Berita terkait
Bank Indonesia Menahan Bunga, tetapi Jangan Biarkan Ekonomi Tertahan
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 13.00
Gelar CSD Pertama, RI-China Perkuat Kerja Sama Politik hingga Keamanan
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 13.00
Kekurangan Air Saat Kemarau, Ribuan Hektare Sawah di Karawang Terpaksa Tak Ditanami
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.00
KPK Usut Dugaan Pemotongan Upah Pungut Dispenda Bogor, Amankan Rp 1,5 Miliar
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 12.58