Soal Kedatangan Jokowi ke NTT, Andreas PDIP: Tampak Gejala Post Power Syndrome
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyatakan kritik terbuka terhadap kunjungan Presiden Joko Widodo ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, kunjungan tersebut diduga bertujuan untuk mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang dipimpin oleh putranya, Kaesang Pangarep. Namun, Andreas menyampaikan bahwa masyarakat NTT tidak menyadari atau tidak menangkap misi politik tersebut. Ia menuduh bahwa gaya kepemimpinan Jokowi masih bersifat paternalistik atau 'main raja-rajaan', yang justru memecah belah rakyat di akar rumput. Andreas juga menilai bahwa perilaku Jokowi dalam mengunjungi berbagai daerah dan menggelar acara meski menabrung tradisi lokal menunjukkan gejala 'post power syndrome'—yaitu sikap seseorang yang masih merasa berkuasa meskipun tidak lagi menjabat. Menurutnya, kunjungan semacam ini tidak memberikan manfaat nyata bagi rakyat, melainkan hanya menciptakan kerumunan dan acara semu untuk kepentingan politik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 16.24
PSI Ungkap Makna di Balik Sederet Gelar Adat Jokowi
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 09.21
Jokowi Bocorkan Target Besar PSI di 2029, Bukan hanya Masuk Senayan
Berita terkait
Jokowi Jadi Kader PSI, Efriza Bongkar Sikap PDIP
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.49
Di Balik Kepercayaan Diri Jokowi dan PSI, Megawati Didesak Selamatkan PDIP Menuju 2029
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 12.00
Masuknya Jokowi ke PSI Bikin Heboh, Ade Armando Sebut Respons Kader PDIP Memalukan
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 10.20
Sebut Kader PDIP Panik Jokowi Masuk PSI, Ade Armando Desak Megawati Keluarkan Perintah Ini
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 09.45