Soal Kedatangan Jokowi ke NTT, Andreas PDIP: Tampak Gejala Post Power Syndrome
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyatakan kritik terbuka terhadap kunjungan Presiden Joko Widodo ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, kunjungan tersebut diduga bertujuan untuk mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang dipimpin oleh putranya, Kaesang Pangarep. Namun, Andreas menyampaikan bahwa masyarakat NTT tidak menyadari atau tidak menangkap misi politik tersebut. Ia menuduh bahwa gaya kepemimpinan Jokowi masih bersifat paternalistik atau 'main raja-rajaan', yang justru memecah belah rakyat di akar rumput. Andreas juga menilai bahwa perilaku Jokowi dalam mengunjungi berbagai daerah dan menggelar acara meski menabrung tradisi lokal menunjukkan gejala 'post power syndrome'—yaitu sikap seseorang yang masih merasa berkuasa meskipun tidak lagi menjabat. Menurutnya, kunjungan semacam ini tidak memberikan manfaat nyata bagi rakyat, melainkan hanya menciptakan kerumunan dan acara semu untuk kepentingan politik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 16.24
PSI Ungkap Makna di Balik Sederet Gelar Adat Jokowi
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 09.21
Jokowi Bocorkan Target Besar PSI di 2029, Bukan hanya Masuk Senayan
Berita terkait
Jokowi Minta Kader PSI Bantu Rakyat, Kalau Sudah Buntu Bisa ke Solo
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 12.07
Jokowi: Bila Ada Masalah di Antara Kader PSI yang Tidak Selesai, Silakan ke Solo
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 21.29
Jokowi ke Kader PSI di NTT: Kita Menuju Kemenangan Besar di 2029
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 18.55
Momen Jokowi Hadiri Jalan Santai di Kupang Disambut Relawan
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 13.36