Spanyol Hadapi Musim Panas Paling Mematikan Sepanjang Sejarah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Spanyol mengalami musim panas terpanas sejak pencatatan meteorologi dimulai pada 1961. Badan Meteorologi Nasional Spanyol (AEMET) melaporkan gelombang panas ekstrem selama 61 hari dari Juni hingga Agustus, melampaui rekor sebelumnya sebesar 41 hari pada 2022. Suhu rata-rata nasional mencapai 24,5°C, naik 2,4°C dibandingkan rata-rata historis 1991–2020, dan menjadi terpanas dalam sejarah.
Para ilmuwan menyatakan pemanasan global akibat aktivitas manusia menjadi penyebab utama peningkatan frekuensi dan intensitas gelombang panas di Eropa. Fenomena ini menyebabkan kekeringan hebat, penurunan debit air sungai, hingga gangguan ekonomi dan pasokan energi di wilayah terdampak.
Data AEMET menunjukkan 10 musim panas terpanas dalam sejarah Spanyol seluruhnya terjadi di abad ke-21, memperkuat urgensi penanganan krisis iklim global. Pemerintah juga menyatakan peningkatan alokasi anggaran mitigasi bencana untuk menghadapi dampak yang semakin memburuk.
Bagikan
Berita terkait
Pemanasan Global Kian Tak Terkendali, PBB: Ini Risikonya
Detik.com · 3 September 2026 pukul 10.30
Dikira Mencair, Es di Kutub Selatan Malah Tambah 695 Miliar Ton
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 19.00
Profesor BRIN Ingatkan Mimpi Buruk Krakatau 1883, Soroti Erupsi Anak Krakatau
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 11.50
9 hari Tertimbun Tanah, 2 Pekerja di Nepal Masih Hidup
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 22.38