Staf Lokal Afghanistan Menanti Janji Dibawa ke Jerman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lebih dari 37.000 warga Afghanistan yang pernah membantu operasi militer atau bantuan Jerman telah tiba di Jerman sejak Taliban kembali berkuasa Agustus 2021, memenuhi janji mantan Menteri Luar Negeri Heiko Maas. Namun, sekitar 600 orang lainnya—termasuk bekas staf kementerian seperti Javad Niazi—masih terjebak di Peshawar, Pakistan, dan Kabul. Mereka kehabisan uang, tidak memiliki izin tinggal, dan takut dideportasi; anak-anak tidak bisa sekolah dan keluarga tak berani keluar rumah.
Pemerintahan Kanzler Friedrich Merz (koalisi CDU/CSU-SPD) menghentikan program relokasi Mei 2025 dan menawarkan uang hingga €10.000 agar calon penerima membatalkan keberangkatan; 300 orang telah menerima tawaran itu. Mahkamah Konstitusi Federal pada Juli 2026 mencabut pemblokiran massal dan mewajibkan pertimbangan kasus per kasus, meskipun Kementerian Dalam Negeri menilai keputusannya tetap memberi ruang politik yang luas.
Lembaga swadaya Kabul-Luftbrücke telah mengevakuasi 4.424 orang sejak 2021 dan memenangkan lebih dari 200 gugatan, memungkinkan 1.018 orang berangkat sejak September 2025. Sekitar 75% dari yang menunggu adalah perempuan dan anak-anak; beberapa sudah memiliki visa namun penerbangan dibatalkan menit terakhir, sehingga masa depan mereka tetap tergantung keputusan politik dan hukum di Berlin.
Bagikan
Berita terkait
Kunjungi PLN UIP2B Jamali Depok, Jerman Dukung Indonesia Wujudkan Integrasi EBT
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 14.42
Sekjen PBB kecam keras serangan udara mematikan di Myanmar
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 11.06
Malaysia Pulangkan 1.476 Warga Myanmar, Gelombang Pertama Dimulai
Detik.com · 29 September 2026 pukul 22.45
Manajer Kopdes Merah Putih Muda dan Lajang Ditantang Penempatan di Luar Domisili
JawaPos · 29 September 2026 pukul 20.45