Strategi Trump di Iran, Jalan Menuju Perang Berkepanjangan?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Trump mengimplementasikan strategi 'memotong rumput' melawan Iran setelah serangan militer di Selat Hormuz. Amerika Serikat menghancurkan sistem radar, pertahanan udara, fasilitas maritim, dan komunikasi militer Iran, sementara Iran menbalas dengan rudal dan drone. Strategi ini bertujuan mencegah Iran memulihkan kemampuan militernya, tetapi berisensi berubah menjadi konflik berkepanjangan. Pakar menyebut strategi ini sebagai 'Sisyphus' yang tidak berkesan untuk negara seperti Iran. Risiko terbesar adalah Iran berkembang senjata nuklir sebagai respons. Trump berharap menghindari 'forever war' sekaligus menjaga kemampuan militer Iran di bawah kontrol.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.16
Trump Ancam Serang Iran Lagi
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 09.20
17 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz, Tertinggi Sejak Perang Iran
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.01
Trump: Kampanye Militer AS terhadap Iran Tak Akan Lama, Tapi Siap Menyerang Kapan Pun Kami Mau!
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 07.32
Iran Ancam AS dengan Strategi Perang Baru: 'Anda Tak Akan Lolos dari Dasar Neraka!'
Berita terkait
Trump Sebut Akan Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS Usai Kalahkan Iran
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 04.19
Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh atas Selat Hormuz
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 09.44
AS Kehilangan Pegangan di Perang Iran, Trump Maju Kena-Mundur Kena
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 05.39
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 3 September 2026 pukul 17.59