Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Kehilangan Pegangan di Perang Iran, Trump Maju Kena-Mundur Kena

Presiden AS Donald Trump menghadapi pilihan sulit saat perang melawan Iran memasuki bulan keenam. Ia terjebak di antara tiga opsi yang sama-sama berisiko: menerima kesepakatan sementara Iran-Oman yang memberikan Teheran kendali atas Selat Hormuz, memperluas serangan udara yang berisiko memicu krisis lebih panjang, atau mempertahankan status quo blokade dan balasan terbatas. Para analis menilai semua pilihan buruk, namun Trump mungkin terpaksa berkompromi karena tekanan politik: harga BBM tinggi, popularitas rendah, dan perang yang tidak populer di AS menjelang pemilu sela November.

Selat Hormuz menjadi titik krusial karena sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia melintas di sana. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan selat harus tetap bebas dan internasional, namun Iran kini memiliki kendali nyaris penuh. Kesepakatan Juni lalu runtuh cepat, dan Iran memperingatkan sekutu AS di Teluk akan menyerang infrastruktur energi mereka jika Washington menyerang lagi. Trump mengirim sinyal bercampur: menginginkan kesepakatan tapi ancam serangan keras jika diplomasi gagal.

Negara seperti China, Rusia, dan Korea Utara mengamati keterbatasan AS. Bahkan tokoh garis keras mulai memperingatkan Trump agar tidak tergesa-gesa. Pejabat Gedung Putih mengakui konflik kemungkinan berlanjut hingga pemilu, meningkatkan risiko politik bagi Trump yang menjanjikan hindari intervensi asing.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait