Studi Terbaru Ungkap Faktor Risiko Kanker Esofagus yang Jarang Disadari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi terbaru mengungkapkan bahwa kanker esofagus sering terdiagnosis pada stadium lanjut akibat kurangnya kesadaran publik terhadap faktor risikonya. Pemicu utama adalah iritasi kronis pada lapisan esofagus, terutama akibat penyakit asam lambung kronis (GERD) yang dapat menyebabkan Barrett's esophagus, sebuah kondisi pra-kanker.
Selain GERD, risiko meningkat signifikan akibat gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, dan obesitas yang meningkatkan tekanan intra-abdomen. Kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman yang sangat panas juga terbukti melukai mukosa kerongkongan dan memicu mutasi sel. Pencegahan utama meliputi penanganan asam lambung, menjaga berat badan ideal, serta menghindari paparan suhu ekstrem pada makanan.
Bagikan
Berita terkait
Bahaya Minuman Terlalu Panas: Risiko Kanker Kerongkongan Melonjak
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 15.30
Kenapa saat GERD Kambuh Dada Terasa Panas? Ini Penjelasan Dokter
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 17.15
BPJS Kesehatan Alami Defisit Rp2 Triliun, Ini Penyebabnya
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.17
Kasus Influenza Naik, Menkes Sebut Bukan Strain Berbahaya dan Masih Terkendali
Detik.com · 16 September 2026 pukul 15.10