Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Studi Ungkap Lama Berhenti Merokok Berpengaruh pada Waktu Skrining Kanker Paru

Studi baru yang diterbitkan dalam JAMA Network Open pada 23 Desember 2025 mengungkapkan bahwa lamanya seseorang berhenti merokok berpengaruh signifikan pada rekomendasi waktu skrining kanker paru. Penelitian ini dikembangkan oleh tim ilmuwan termasuk Clara Frick, Lára R. Hallsson, Uwe Siebert, dan Hermann Brenner, yang menganalisis data 86.035 peserta dengan riwayat merokok minimal 20 pack-year. Dari jumlah tersebut, 2.109 orang (sekitar 2,5%) menderita kanker paru selama masa pengamatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama seseorang telah berhenti merokok, risiko kanker paru semakin rendah. Partisipan yang telah berhenti lebih dari 15 tahun memilka risiko jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang masih merokok aktif. Berdasarkan temuan ini, peneliti menyarankan pendekatan skrining yang lebih personal. Mantan perokok berat yang berhenti dalam lima tahun terakhir dapat memulai skrining sekitar usia 53 tahun, sementara mereka yang berhenti lebih dari 15 tahun dapat mulai pada usia sekitar 67 tahun, dengan asumsi risiko perokok aktif pada usia 50 tahun sebagai acuan.

Penelitian ini menekankan bahwa waktu berhenti merokok harus menjadi pertimbangan bersama dengan usia, riwayat merokok, dan kondisi kesehatan saat menentukan kebutuhan skrining kanker paru menggunakan low-dose computed tomography (LDCT). Pendekatan yang disesuaikan dengan risiko ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelompok yang paling membutuhkan pemeriksaan lebih awal, sambil meminimalkan potensi hasil positif palsu dan diagnosis berlebihan.

Berita terkait