Skrining TB Ditargetkan Jangkau 42 Ribu Pesantren, Kemenkes Beli Ribuan X-Ray
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperluas skrining Tuberkulosis (TB) ke 42 ribu pesantren di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penemuan dan penuntasan kasus TB. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa proses skrining TB selama ini membutuhkan waktu lama karena pemeriksaan yang sulit dan sering memerlukan tes seperti Polymerase Chain Reaction (PCR). Untuk mempercepat proses, Kemenkes akan membeli ribuan alat X-ray yang dapat dibawa ke berbagai lokasi, termasuk pesantren, sekolah, dan lapas. Skrining TB di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, merupakan awal dari program yang diharapkan dapat menjangkau 42 ribu pesantren lainnya di seluruh Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Seminar Kurikulum Berbasis Cinta: Pesantren Didorong Cinta Alam lewat Kajian Kitab Kuning
JawaPos · 3 Oktober 2026 pukul 18.15
PBNU Luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2026
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 10.41
Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Mengajak Santri Melek Keuangan
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 16.05
Viva Yoga Ajak Alumni Santri Kembangkan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 13.08