Skrining TB Ditargetkan Jangkau 42 Ribu Pesantren, Kemenkes Beli Ribuan X-Ray
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperluas skrining Tuberkulosis (TB) ke 42 ribu pesantren di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penemuan dan penuntasan kasus TB. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa proses skrining TB selama ini membutuhkan waktu lama karena pemeriksaan yang sulit dan sering memerlukan tes seperti Polymerase Chain Reaction (PCR). Untuk mempercepat proses, Kemenkes akan membeli ribuan alat X-ray yang dapat dibawa ke berbagai lokasi, termasuk pesantren, sekolah, dan lapas. Skrining TB di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, merupakan awal dari program yang diharapkan dapat menjangkau 42 ribu pesantren lainnya di seluruh Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Kemenkes Pastikan RS Lapangan Ruteng NTT Mulai Berfungsi Pascagempa
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.30
26 Santri di Ponpes Tebuireng Terindikasi TB, Menkes: Tak Apa-apa, Kita Obati
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 14.21
Menkes soal Tingginya Kematian Akibat TBC Per Tahun: Setiap 5 Menit, 2 Meninggal
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 13.52
Ketua PWNU Aceh: Gus Rozin Punya Pengalaman Teruji, Siap Pimpin PBNU
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 13.20