Subsidi Energi Masih Berbasis Komoditas, Begini Bahayanya Bagi RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Subsidi energi Indonesia masih berbasis komoditas, tidak terikat pada penerima manfaat. Ketika harga energi naik, anggaran APBN menjadi rentan mengalami perubahan dan subsidi yang disiapkan tidak cukup. Pemerintah harus mengandalkan kompensasi untuk menutup selisih dan menghindari pembayaran tidak adil. Anggaran subsidi BBM jenis tertentu 2027 Rp28,7 triliun naik 8,71% dari 2026 Rp26,4 triliun. Subsidi energi total 2027 Rp272,94 triliun naik 20,1% dari 2026 Rp227,25 triliun. Subsidi LPG 3 kg Rp114,1 triliun naik dari Rp90,4 triliun, subsidi listrik Rp130,1 triliun naik dari Rp110,4 triliun.
Bagikan
Berita terkait
Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Ditargetkan Capai Rp 28 Triliun pada 2027
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 11.04
Anggaran Subsidi Energi Naik 20 Persen Jadi Rp272,94 di di RAPBN 2027
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.11
Subsidi Energi RAPBN 2027 Naik 20% Jadi Rp 272,9 Triliun
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.10
Subsidi Energi RAPBN 2027 Naik 20,1 Persen Jadi Rp272,95 Triliun
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.09