Supercar China Belum Jadi Ancaman untuk Lamborghini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konten: MILAN - Kebangkitan industri otomotif China kini semakin sulit untuk dipandang sebelah mata. Setelah mendominasi sebagian besar pasar kendaraan listrik (EV), pabrikan dari negara tersebut kini mulai menjajal peruntungan di segmen performa tinggi, termasuk supercar. Namun, bagi Lamborghini, kemunculan supercar asal China belum cukup untuk membuat merek asal Italia tersebut merasa terancam. CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, dalam wawancara dengan Auto Express menyatakan bahwa pihaknya saat ini tidak melihat supercar terbaru dari China sebagai ancaman bagi Lamborghini. Salah satu alasan utamanya adalah karena sebagian besar supercar China yang bermunculan saat ini menggunakan tenaga listrik sepenuhnya, sementara Lamborghini sendiri telah memutuskan untuk tidak masuk ke segmen EV dalam waktu dekat. Menurut Winkelmann, keputusan tersebut tidak diambil secara sembarangan. Lamborghini meyakini bahwa permintaan dari pelanggan akan supercar listrik sepenuhnya masih belum cukup kuat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 09.42
Supercar Listrik China Makin Ngebut, Bos Lamborghini: Belum Mampu Menyaingi
Berita terkait
Lamborghini Batalkan Lanzador Listrik, Pelanggan Sambut Pilihan Plug-in Hybrid
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 02.10
GWM Siapkan SUV Listrik Baru, Dimensi Lebih Panjang dari Geely EX5
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 00.05
Lamborghini Revuelto SV Bikin Semua Merek Mobil Lain Sungkem
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 15.04
Lamborghini Temerario Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Tenaga hingga 920 PS
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.01