Surya Paloh soal Pidato Prabowo: Lebih Baik Optimistis daripada Skeptis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada 14 Agustus 2026 membangun optimisme. Paloh berharap rencana yang menjadi komitmen pemerintah akan terealisasi dengan baik. Ia menyatakan presiden telah membangun optimisme kepada warga negara, dan optimisme tersebut diharapkan berjalan sesuai harapan bersama.
Paloh menekankan lebih baik bersikap optimistis terhadap tantangan bangsa daripada skeptis. Ia meyakini Prabowo sudah memberikan komitmen pada program prioritas pemerintah dan percaya masalah bangsa akan teratasi. Di sisi lain, Paloh juga berharap program pemerintah berjalan lancar tanpa perlu koreksi yang banyak di lapangan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam pidatonya menyebut pembangunan Indonesia merupakan perjuangan panjang yang dilakukan secara berkelanjutan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya. Prabowo mencontohkan program perlindungan sosial yang dirintis oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo, yang akan diteruskan dalam pemerintahannya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 12.04
Prabowo Tak Singgung IKN saat Pidato RAPBN 2027, Basuki Buka Suara
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 18.09
Bangun dan Revitalisasi 441 Rumah Sakit, Prabowo: Tidak Boleh Lagi Ibu Kehilangan Nyawa Karena Rumah Sakit Jauh
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 17.03
Membaca ‘Paradoks Indonesia’ yang Dijawab Prabowo Dalam Pidato Kenegaraan 14 Agustus 2026
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.37
Prabowo: Konsolidasi Pengadaan Pemerintah Bisa Hemat Rp 360 T
Berita terkait
Johan Rosihan Nilai Pidato Prabowo Perlihatkan Optimisme Arah Pembangunan
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.02
Ini Ambisi Besar Prabowo Sebelum 2029
JPNN.com · 19 September 2026 pukul 12.02
Prabowo Sindir Banyak Pemda Belum Gunakan Anggaran dengan Baik
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 23.30
Prabowo: DKI Jakarta bukan hanya milik warga, tapi seluruh bangsa
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 16.05