Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Syubbanul Wathon, Nasionalisme Sebelum Merdeka

Presiden Prabowo Subianto menyoroti jejak nasionalisme Nahdlatul Ulama (NU) yang telah tumbuh jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Dalam pidatonya pada pembukaan Muktamar NU ke-35 di Jombang, ia menekankan bahwa lagu Syubbanul Wathon, diciptakan oleh Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah belasan tahun sebelum proklamasi, menjadi bukti semangat cinta Tanah Air telah menjadi bagian dari perjuangan tokoh ulama sejak masa awal. Prabowo menilai lagu ini mencerminkan perpaduan antara nilai religius dengan kecintaan terhadap tanah air, serta menjadi simbol semangat nasionalisme yang luar biasa.

Prabowo juga mengaitkan semangat tersebut dengan cita-cita para pendiri NU, yakni agar bangsa Indonesia bangkit dan setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Ia menekankan pentingnya membangun bangsa yang dihormati secara internasional. Sementara itu, Presiden juga memberi apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah yang bergerak cepat untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). BNPB mencatat 103 orang meninggal dan 1.666 luka akibat gempa M7,7 di Nagekeo, NTT. Prabowo menargetkan NTT dapat berubah menjadi kawasan hijau dalam satu dekade dan menyiapkan bantuan sebesar Rp20 miliar per kabupaten untuk pemulihan.

Selain itu, Presiden menginstruksikan prioritaskan bantuan bencana di NTT dan mengurangi agenda kunjungan pejabat agar fokus tidak terpecah. Ia juga menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang tangguh dan berjiwa nasionalis, sekaligus mengingatkan semangat pengorbanan untuk negara. Berbagai tokoh, termasuk Melchias Mekeng dan TB Hasanuddin, turut mendukung atau mengingatkan pentingnya nasionalisme yang inklusif dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait