Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Tak Bisa Disangkal! RI Penggerak Harga Komoditas Global

Kementerian ESDM menyatakan Indonesia mampu memengaruhi harga komoditas global seperti nikel, tembaga, dan timah. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa dominasi pasokan nikel Indonesia sebesar 60 hingga 65 persen dunia memberi kemampuan untuk mengontrol harga nikel di pasar internasional. Menurutnya, penguasaan pangsa pasar dan tata kelola produksi nasional menjadi faktor utama dalam dinamika harga ketiga komoditas tersebut.

Untuk tembaga, meskipun pangsa pasar Indonesia hanya sekitar lima persen, terhentinya operasional PT Freeport Indonesia beberapa waktu lalu berdampak langsung pada kenaikan harga tembaga global hingga mencapai US$15.000 per ton. Tri menambahkan bahwa penurunan kapasitas produksi nasional akibat penutupan operasional Freeport membuat harga tembaga cenderung naik di pasar global.

Sedangkan untuk timah, harga mencatatkan kenaikan signifikan dari US$6.500 per ton pada 2007 menjadi US$55.000 hingga US$56.000 per ton pada 2025. Kenaikan ini didorong oleh kebijakan penertiban tambang ilegal dan perbaikan tata kelola di dalam negeri. Pemerintah terus memperkuat tata kelola dan efisiensi rantai pasok untuk menjaga daya saing industri pertambangan nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait