Tantangan NU Masa Depan, Gus Yahya: Identitas, Konsolidasi hingga Peran Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyoroti perubahan identitas NU dan tantangan menentukan arah masa depan organisasi tersebut. Ia menyatakan batas-batas ke-NU-an semakin cair akibat dua fenomena: pertama, perubahan signifikan pada batas sosial dan kultural antara warga NU dan bukan NU, terutama akibat wacana pesantren sebagai subkultur yang tidak lagi relevan. Kedua, meningkatnya pengakuan identitas NU di masyarakat. Data menunjukkan lonjakan signifikan: 47% Muslim Indonesia mengaku NU pada 2010, 35% pada Pemilu 2004, 27% pada 2005, dan mencapai 56% pada 2023 -- lonjakan 18 tahun yang luar biasa.
Bagikan
Berita terkait
Survei PPI: Mayoritas Warga NU Ingin Organisasi Fokus Urusan Agama dan Umat
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.44
Tokoh NU Adnan Anwar: Rais Aam Harus Jaga Stabilitas NU
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 20.34
Muktamar NU ke-35 di Jombang: 99 Masjid Jadi Titik Singgah dan Menginap Nahdliyin
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.44
Ketika Teknologi Mulai Mengubah Manusia: Di Mana NU Berdiri?
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.00