Tokoh NU Adnan Anwar: Rais Aam Harus Jaga Stabilitas NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), tokoh PKPNU Adnan Anwar menyampaikan kriteria sosok ideal Rais Aam PBNU. Menurutnya, Rais Aam harus berperan sebagai konsolidator, bukan sumber konflik, untuk menjaga stabilitas organisasi di tengah dinamika internal NU. Adnan menekankan pentingnya kemampuan membaca situasi geopolitik global, karena perkembangan tersebut dapat berdampak pada Indonesia. Seharusnya, Rais Aam tidak hanya fokus pada isu internal, tetapi juga mampu merespons fenomena eksternal. Adnan juga menjelaskan tiga fungsi utama Rais Aam: menjaga agama (hifdzuddin), mendukung tujuan syariat dalam menjaga negara, dan memastikan kesejahteraan rakyat Indonesia. Ia menilai pengalaman mengelola konflik internal dan kemampuan berinteraksi dengan dinamika nasional sangat penting. Sebagai contoh, ia menyebut kepemimpinan Kiai Said Aqil Siroj yang relatif berhasil menjaga persoalan internal tidak berkembang menjadi konflik terbuka selama dua periode.
Bagikan
Berita terkait
Muktamar NU Akan Pilih 9 AHWA Lebih Dulu, Baru Tentukan Rais Aam dan Ketum
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 14.43
Ali Masykur Musa Dorong NU Jadi Kekuatan Soft Diplomacy Dunia
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 12.32
Tren Tokenomics: Perusahaan Global Mulai Tinggalkan Model AI Mahal
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 20.51
59 Tahun ASEAN: Masih Cukupkah Bicara Sentralitas?
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 20.24