Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tokoh NU Adnan Anwar: Rais Aam Harus Jaga Stabilitas NU

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), tokoh PKPNU Adnan Anwar menyampaikan kriteria sosok ideal Rais Aam PBNU. Menurutnya, Rais Aam harus berperan sebagai konsolidator, bukan sumber konflik, untuk menjaga stabilitas organisasi di tengah dinamika internal NU. Adnan menekankan pentingnya kemampuan membaca situasi geopolitik global, karena perkembangan tersebut dapat berdampak pada Indonesia. Seharusnya, Rais Aam tidak hanya fokus pada isu internal, tetapi juga mampu merespons fenomena eksternal. Adnan juga menjelaskan tiga fungsi utama Rais Aam: menjaga agama (hifdzuddin), mendukung tujuan syariat dalam menjaga negara, dan memastikan kesejahteraan rakyat Indonesia. Ia menilai pengalaman mengelola konflik internal dan kemampuan berinteraksi dengan dinamika nasional sangat penting. Sebagai contoh, ia menyebut kepemimpinan Kiai Said Aqil Siroj yang relatif berhasil menjaga persoalan internal tidak berkembang menjadi konflik terbuka selama dua periode.

Berita terkait