Tarif AS Naik 50 Persen, PM Kanada Sebut Kebijakan Itu Dirancang untuk Menyakiti dan Memecah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Amerika Serikat mulai menerapkan tarif baru sebesar 50 persen pada barang impor dari Kanada sejak Sabtu, 23 Agustus 2025, yang menyentuh sekitar 20 miliar dolar AS. Tarif ini direspons Perdana Menteri Kanada Mark Carney dengan menyatakan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk menyakiti dan memecahkan Kanada. Carney menjelaskan bahwa Kanada tidak dapat menerima apa yang ditawarkan AS dan memilih untuk meninggalkan perundingan yang dianggap tidak adil serta tidak ekonomis. Sebelumnya, Carney juga menyatakan bahwa perubahan yang diajukan AS menciptakan keraguan tentang keandalan kesepakatan dagang di masa depan.
Sebagai tanggapan, pemerintah Kanada menyiapkan counter-tarif "dolar demi dolar" yang akan diterapkan terhadap sektor-sektor tertentu seperti baja, produk susu, peralatan rumah tangga, alat pertanian, pulp dan kertas, serta elektronik. Carney menekankan bahwa langkah ini bertujuan melindungi pekerja dan dunia usaha Kanada dari dampak negatif tarif AS.
Di sisi lain, Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) menilai kegagalan perundingan sebagai "kesempatan yang terlewatkan" bagi Kanada. USTR menyatakan bahwa AS telah menawarkan perlakuan terbaik kepada Kanada dibandingkan ekspor besar lainnya, namun tuntutan baru dan perubahan komitmen dari Kanada justru merusak keseimbangan yang telah dicapai. Presiden AS Donald Trump sebelumnya optimis akan kesepakatan dan bahkan menunda pemberlakuan tarif, namun kini kembali menyinggung gagasan agar Kanada menjadi "negara bagian ke-51" AS.
Bagikan
Berita terkait
Trump Tunda Pemberlakuan Tarif 50 Persen Produk Kanada
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 09.59
Trump Kecam Kanada Usai Gagal Capai Kesepakatan Dagang: Ingin Untung dari AS
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 15.56
Tarif AS dan Geopolitik Bikin Produsen Waswas, Rantai Pasok China-Asia Tenggara Makin Terhubung
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 15.30
Trump Kecam Kanada Atas Tarif Balasan terhadap AS
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 13.01