Tarif AS dan Geopolitik Bikin Produsen Waswas, Rantai Pasok China-Asia Tenggara Makin Terhubung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tekanan tarif AS dan ketegangan geopolitik semakin memaksa produsen, terutama di California, untuk menilai kembali strategi rantai pasok jangka panjang. Meski demikian, kebanyakan perusahaan lebih memilih untuk mendiversifikasi sumber pasok daripada sepenuhnya keluar dari China. Menurut Lance Hastings, Presiden dan CEO California Manufacturers & Technology Association, keputusan investasi manufaktur biasanya direncanakan untuk enam hingga 10 tahun kedepan, sementara aturan perdagangan dapat berubah jauh lebih cepat. Manufaktur California mencapai sekitar 382 miliar dolar AS per tahun, dengan China tetap menjadi mitra dagang utama sebesar 137 miliar dolar AS pada 2024. Impor dari China sebagian besar dikenakan tarif tambahan 10 persen, sementara tarif Section 301 mencapai 100 persen untuk kendaraan listrik dan 50 persen untuk semikonduktor serta sel surya.
Bagikan
Berita terkait
Menhan China Siap Bantu Modernisasi Pertahanan RI
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 11.22
Sanksi Ekonomi Trump Ancam Negara Pendukung Iran Bikin China Serba Salah
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 11.31
Uji Coba Rudal China dan Dilema Baru Negara-Negara Kepulauan Pasifik
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 09.42
Raksasa Teknologi AS Tutup Kantor, Tak Kuat Berbisnis di China
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.20