Tarif Masuk Ragunan Diusulkan Naik Jadi Rp10 Ribu, Pramono Anung Segera Putuskan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menelaah rencana penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) dari tingkat terbaru. Usulan kenaikan tarif hingga Rp10.000 telah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk keputusan akhir. Menurut Pramono, kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian harga, tetapi bagian dari strategi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan kepada pengunjung. Komisi C DPRD DKI Jakarta mendukung kenaikan ini karena tarif saat ini belum diubah selama 20 tahun, sementara biaya operasional terus meningkat. Saat ini, sekitar 70% kebutuhan operasional TMR masih disubsidi oleh APBD, sehingga kenaikan tarif diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada dana pemerintah dan mendukung transisi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mandiri secara keuangan. Namun, Pramono menegaskan bahwa keputusan final belum diambil dan proses evaluasi akan dilakukan secara komprehensif sebelum pengumuman resmi kepada publik. Sebelumnya, insiden keamanan seperti jatuhnya anak ke area kandang gajah pada Mei lalu juga menjadi pertimbangan untuk meningkatkan standar keamanan di Ragunan. Pengunjung Ragunan pada hari kedua Idul Fitri mencapai 43.348 orang, dengan target 400.000 orang selama libur Lebaran 2026. Pengelola juga mengantisipasi pohon tumbang saat Natal 2025 dengan pemangkasan dan menyiapkan atraksi khusus selama libur tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 20.22
Pramono Segera Putuskan Tarif Baru Masuk Ragunan
Detik.com · 7 September 2026 pukul 19.22
Pramono Segera Putuskan Tarif Baru Masuk Ragunan
Berita terkait
Jakarta Bidik 20 Besar Kota Global 2045, Pramono Beberkan Agenda Besarnya
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 12.30
Respon Purbaya Usai Sarannya Diabaikan Pramono: Nanti Saya...
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 08.20
Reaksi Purbaya Usai Sarannya Diabaikan Pramono: Nanti Saya...
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 08.20
Pramono Mau Rilis Obligasi Daerah Rp 3,5 T, Buat Apa Dananya?
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 07.55