Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Tegas! Negara Ini Lawan Perang Dagang Trump, Boikot Produk-Produk AS

Warga Kanada semakin memilih boikot produk Amerika Serikat (AS) sebagai respons terhadap perang dagang yang diluncurkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Aksi ini mulai mengubah pola belanja di supermarket dan memaksa pedagang mencari pemasok lokal. Giancarlo Trimarchi, presiden jaringan toko bahan makanan independen Vince's Market, menyatakan bahwa aksi boikot kini lebih agresif dibandingkan tahun sebelumnya. Empat toko miliknya di Greater Toronto kini mengimpor sekitar 90% produk pertanian dari dalam negeri, termasuk mengganti stroberi impor dari AS dengan produk lokal dari Quebec, meskipun hal ini meningkatkan biaya operasional.

Para peritel besar Kanada juga menyesuaikan strategi mereka. Loblaw Cos memperkuat penandaan produk Kanada dengan gambar daun maple dan label "T" untuk produk yang terdampak tarif, sementara Metro menyatakan komitmen untuk terus memprioritaskan produk lokal. Menurut data pemerintah, pangsa impor sayuran Kanada dari AS turun dari 69% pada 2023 ke 62,6% pada Juli 2026, menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Sentimen anti-produk AS ini juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang diperkirakan bersifat permanen. John Ambard, seorang konsumen warga Toronto, mengaku lebih sering memeriksa label asal negara untuk menghindari produk AS. Pemerintah Kanada pun merespons dengan mengalokasikan sekitar 3 miliar dolar Kanada (sekitar Rp38,7 triliun) dalam 10 tahun untuk membangun rumah kaca dan meningkatkan produksi pangan domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor AS.

Berita terkait