Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Tembus Rp17,35 Triliun, Pembiayaan Penyakit Jantung Bebani Anggaran JKN

BPJS Kesehatan mendorong transformasi layanan jantung dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan Value-Based Health Care (VBHC). Transformasi ini bertujuan meningkatkan hasil kesehatan dan mengendalikan biaya, terutama mengingat pembiayaan penyakit jantung menjadi beban tertinggi. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyatakan bahwa total biaya pelayanan JKN pada 2025 mencapai Rp191,3 triliun, dengan 87,1 persennya berasal dari rumah sakit. Penyakit jantung menjadi prioritas utama karena tingginya angka utilisasi dan biaya yang terlibat.

Untuk mengatasi tantangan ini, BPJS Kesehatan mendorong pencegahan sejak dini di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui pendekatan promotif dan preventif. Di tingkat rumah sakit, pelayanan diarahkan pada pembentukan Heart Team, penerapan tata laksana klinis sesuai pedoman, serta pemeriksaan seperti Fractional Flow Reserve (FFR) dan staged revascularization. Transformasi ini juga mencakup perubahan fokus dari indikator proses ke indikator outcome, termasuk waktu tanggap kritis, keselamatan pascatindakan, dan efisiensi sistem rujukan.

Pujo menekankan pentingnya mengubah paradigma dari pembayaran berdasarkan jumlah layanan kepada hasil yang lebih baik, serta dari pengobatan berdasarkan kejadian kepada pencegahan. Dengan demikian, BPJS Kesehatan berupaya menjaga keberlanjutan program JKN sambil meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait