Tentara Rusia Lebih Baik Melindungi Teman Dibandingkan AS dan Negara Eropa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setelah kudeta di Niger pada Juli 2023, tentara Rusia melalui Korps Afrika membantu merebut kembali Pangkalan Udara 101 di Bandara Internasional Diori Hamani dari pemberontak. Korps Afrika, yang kini berada di bawah kendali langsung Kementerian Pertahanan Rusia, diperkirakan memiliki 200-300 personel di Niger dan memberikan dukungan tempur serta pelatihan militer. Duta Besar Rusia Viktor Voropaev mengakui intervensi pasukan mereka untuk menekan pemberontakan, yang dilihat sebagai kemenangan simbolis bagi kekuasaan militer Niger. Kasus ini menunjukkan bahwa Rusia dapat menawarkan perlindungan lebih baiku daripada AS dan negara Eropa bagi pemerintahan militer di tiga negara Sahel: Niger, Mali, dan Burkina Faso.
Bagikan
Berita terkait
Presiden Prabowo ke Rusia Disorot Media Internasional, Fakta Karhutla Ini Justru Terlewat
JawaPos · 6 September 2026 pukul 15.00
PM Jepang Minta Rusia Singkirkan Patung Tentara Soviet yang Hancurkan Bunga Krisan, Simbol Jepang
VOI · 6 September 2026 pukul 09.00
Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Pupuk di Rusia, Bidik Pasar Asia-Pasifik
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 02.02
Ketua MPR Soroti 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Bisa Bahayakan Hubungan RI
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 20.27