Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tepis Trump, Iran Tegaskan Pegang Kendali Penuh atas Selat Hormuz

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menegaskan bahwa pasukan Teheran memegang kendali penuh dan mutlak atas Selat Hormuz, menolak klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan Washington mengendalikan jalur perairan strategis tersebut. Dalam pernyataannya pada Jumat (28/8/2026), Angkatan Laut IRGC menyebut klaim Trump soal pembukaan Selat Hormuz sebagai 'kebohongan belaka' yang hanya ditujukan untuk mengendalikan harga minyak dan menutupi kekalahan AS. IRGC menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup bagi kapal asing tanpa koordinasi sebelumnya dengan otoritas Iran, dan kondisi ini akan berlanjut hingga AS menghentikan 'agensi tentara teroris' dan memenuhi kewajiban yang ditetapkan.

Penutupan Selat Hormuz dilakukan Iran sebagai respons terhadap serangan besar AS dan Israel pada akhir Februari 2026. Kedua belah pihak sebelumnya pernah menyepakati periode pembukaan selama 60 hari melalui nota kesepahaman (MoU) pada Juni, namun kembali retak akibat serangan silang dan tuduhan pelanggaran kesepakatan. AS kemudian memberlakukan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi AS, penghentian agresi di berbagai front termasuk Lebanon, dan klarifikasi soal blokade Yaman yang didukung Houthi, sekutu Iran.

Upaya diplomasi untuk menyelesaikan konflik selat ini belum berhasil. Iran mempertahankan posisinya bahwa kapal asing harus mematuhi aturan yang ditetapkannya untuk melintasi Selat Hormuz, sementara AS menekankan kebebasan navigasi di jalur perairan tersebut. Ketegangan ini berlanjut tanpa solusi yang ditemukan hingga kini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait