AS Pilih Sanksi Ekonomi Ketimbang Serangan Militer Baru ke Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan kepada sekutu bahwa pemerintah AS tidak memiliki rencana serangan militer baru terhadap Iran, menandai pergeseran kebijakan ke arahan sanksi ekonomi. Langkah ini mencerminkan kebijakan Washington di bawah Presiden Donald Trump yang lebih mengedepankan tekanan nonmiliter. Rubio menekankan bahwa fokus kebijakan AS adalah memperketat sanksi ekonomi untuk membatasi ruang gerak finansial dan operasional Iran di pasar global. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan paket sanksi baru yang menyasar lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal terkait aktivitas ekonomi Iran, termasuk kapal-kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan ilegal. Sanksi ini dirancang untuk mempersempit jalur perdagangan dan pendanaan yang digunakan oleh Teheran. Pengumuman ini muncul di tengah upaya diplomasi di Selat Hormuz, termasuk diskusi antara Iran dan Oman untuk mengatur lalu lintas dan memulihkan stabilitas pelayaran energi global. Qatar juga mengusulkan gencatan senjata 10 hari antara AS dan Iran guna mencegah eskalasi militer dan memulihkan jalur perdagangan yang terganggu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 10.45
AS Beri Sanksi Ekonomi ke Iran, 5 Sektor Ini Jadi Sasaran
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 21.40
Sanksi Ekonomi AS Tidak Akan Meruntuhkan Pemerintahan Mojtaba, Ini 5 Alasannya
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.07
Iran Ancam Konsekuensi Bagi Negara yang Gabung Operasi Ekonomi AS
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.20
Peluru Iran Mulai Diarahkan ke Para Sekutu AS, Siapa Bakal Kena?
Berita terkait
Kapal Tanker di Laut Saudi Diserang, Iran Ancam Nihil Ekspor Minyak
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 20.59
Hari H Hukuman Ekonomi AS Dimulai, Iran Janjikan Hal Lebih Ngeri
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 10.45
Iran Beri Izin Sejumlah Kapal Tanker Minyak Mentah Irak Melintasi Selat Hormuz
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 07.00
Menlu Iran Abbas Araghchi Sebut Sanksi Ekonomi AS Pasti Gagal
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.04