Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Pilih Sanksi Ekonomi Ketimbang Serangan Militer Baru ke Iran

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan kepada sekutu bahwa pemerintah AS tidak memiliki rencana serangan militer baru terhadap Iran, menandai pergeseran kebijakan ke arahan sanksi ekonomi. Langkah ini mencerminkan kebijakan Washington di bawah Presiden Donald Trump yang lebih mengedepankan tekanan nonmiliter. Rubio menekankan bahwa fokus kebijakan AS adalah memperketat sanksi ekonomi untuk membatasi ruang gerak finansial dan operasional Iran di pasar global. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan paket sanksi baru yang menyasar lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal terkait aktivitas ekonomi Iran, termasuk kapal-kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan ilegal. Sanksi ini dirancang untuk mempersempit jalur perdagangan dan pendanaan yang digunakan oleh Teheran. Pengumuman ini muncul di tengah upaya diplomasi di Selat Hormuz, termasuk diskusi antara Iran dan Oman untuk mengatur lalu lintas dan memulihkan stabilitas pelayaran energi global. Qatar juga mengusulkan gencatan senjata 10 hari antara AS dan Iran guna mencegah eskalasi militer dan memulihkan jalur perdagangan yang terganggu.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait