Terus Diancam AS, Iran Wanti-wanti Ekonomi Global Bakal Bayar Harganya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat dan Iran terus meningkatkan ketegangan. Presiden Donald Trump mengancam akan menghantam Iran dengan sangat keras. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Klaim Trump muncul saat media AS melaporkan kemungkinan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran, yang bisa terjadi akhir pekan ini.
Sebaliknya, Iran memperingatkan bahwa ancaman AS akan berdampak pada ekonomi global. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menyatakan Teheran akan memperketat penutupan Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur laut strategis untuk perdagangan minyak dunia. Zolghadr juga mengancam akan menutup selat dan titik strategis lainnya jika AS melanjutkan blokade maritim. Ia memperingatkan bahwa pasar energi dan pemilih AS akan menanggung akibatnya.
Ketegangan ini berlatar belakang perang yang dimulai dengan serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari 2026. Kedua belah pihak saling menegaskan tekad masing-masing, menciptakan situasi yang berpotensi mempengaruhi stabilitas Timur Tengah dan perekonomian dunia.
Bagikan
Berita terkait
Perang Iran Bikin Setengah Kuadriliun Lebih Duit AS Terkuras
Detik.com · 17 September 2026 pukul 07.08
Perang Timteng Gak Kelar-Kelar, Iran Ancam Bom Situs Minyak-Gas Arab
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 12.04
AS Serang Dua Peluncur Roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz Kembali Memanas
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 05.12
AS Pilih Sanksi Ekonomi Ketimbang Serangan Militer Baru ke Iran
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 13.52