Perang Timteng Gak Kelar-Kelar, Iran Ancam Bom Situs Minyak-Gas Arab
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perang di Timur Tengah memanas setelah Iran memancang ancaman balasan serangan AS dengan menyasar infrastruktur energi di kawasan Teluk. Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan bila AS menyerang aset Iran, maka Iran akan menyerang fasilitas minyak dan gas milik AS di perairan Teluk. Rantai produksi minyak dan gas di Teluk mudah dijangkau, termasuk perusahaan energi AS yang beroperasi di daerah tersebut. Tegangan di sekitar Selat Hormuz memperburuk, yang sebelumnya menjadi jalur utama 20% pengiriman LNG dunia. Iran akan menetapkan zona terlarang baru dan koridor pelayaran, dengan kapal yang masuk area tersebut dapat dikenai sanksi. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz menurun drastis menjadi hanya 10 kapal pengangkut per hari dalam 10 hari terakhir, terendah sejak Mei. UAE mengalami serangan rudal Iran serta gangguan pada kapal tanker, sehingga Abu Dhabi membangun jalur alternatif ekspor energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 09.45
Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Kembali Tembus US$97 per Barel
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.24
Leon Panetta Prediksi Perang AS-Iran Berlanjut Enam Bulan Lagi
VOI · 7 September 2026 pukul 19.00
Iran Peringatkan Korea Selatan Agar Tidak Terlibat Konflik di Selat Hormuz
VOI · 7 September 2026 pukul 14.00
Iran akan Mengumumkan Zona Maritim Terbatas di Luar Selat Hormuz
Berita terkait
Kesepakatan Koridor Baru di Selat Hormuz Diperkirakan akan Segera Ditandatangani
VOI · 7 September 2026 pukul 06.00
Trump: AS Siap Kembali Serang Iran Kapan Saja Kita Mau
Detik.com · 3 September 2026 pukul 12.47
Peru Putus Hubungan dengan Iran, Sorot Gangguan di Selat Hormuz
Detik.com · 2 September 2026 pukul 14.00
Peru Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Tuduh Teheran Picu Eskalasi Perang
kumparan · 2 September 2026 pukul 11.38