Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

AS Kecewa Berat Tarik Pasukan dari Irak, Iran Sorakkan Kemenangan Bersejarah!

Penarikan pasukan Amerika Serikat dari Irak secara resmi selesai pada 30 September 2026, menandai akhir dari misi koalisi pimpinan AS yang berlangsung lebih dari satu dekade untuk melawan Islamic State (ISIS). Langkah ini disambut positif oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, yang menyebutnya sebagai 'kemenangan bersejarah' dan meminta AS menarik seluruh pasukannya dari Timur Tengah. IRGC menilai kehadiran militer AS selama bertahun-tahun tidak memberikan keamanan, justru menjadi sumber ketidakstabilan di kawasan. Mereka menyerukan agar kawasan tersebut dikelola oleh negara-negara setempat tanpa campur tangan asing.

Pemerintah Irak mendukung penarikan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kontrol nasional atas keamanan. Pemerintah sebelumnya menilai kehadiran pasukan asing sebagai alasan yang digunakan oleh sejumlah kelompok bersenjata yang didukung Iran untuk mempertahankan senjata mereka. Untuk mengatasi hal ini, Perdana Menteri Ali al-Zaidi menetapkan tenggat 30 Juni 2027 bagi kelompok bersenjata untuk menyerahkan senjata kepada pemerintah.

Meskipun misi koalisi telah berakhir, kekhawatiran mengenai keamanan Irak masih ada. Beberapa laporan menyoroti risiko meningkatnya pengaruh kelompok bersenjata yang terkait dengan Iran, serta potensi kembalinya aktivitas ISIS. Pasukan Irak kini harus mengambil alih tanggung jawab keamanan yang lebih besar, sementara Iran terus mendorong pengakhiran seluruh kehadiran militer AS di Timur Tengah.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait