Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Thailand Obral Insentif Pajak Demi Gaet Pabrik Mobil Baru

Pemerintah Thailand meluncurkan kebijakan insentif pajak untuk memperkuat industri otomotif nasional. Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas berencana mengajukan pengurangan tarif cukai bagi produsen mobil yang membangun fasilitas produksi di dalam negeri serta meningkatkan penggunaan komponen lokal ke kabinet pada September 2026. Langkah ini bertujuan menarik investasi baru dan memperkuat rantai pasok domestik.

Secara lebih luas, Thailand menargetkan pertumbuhan ekonomi potensial di atas 3% dan rasio investasi mencapai 30% dari PDB dalam empat tahun ke depan. Program pendukung meliputi bantuan finansial 50.000 baht (sekitar Rp25 juta) per rumah tangga serta fasilitas pinjaman panel surya atap. Separuh dari dana pinjaman 400 miliar baht (sekitar Rp200 triliun) dialokasikan untuk transisi energi bersih. Di sektor EV, program senilai US$700 juta (sekitar Rp11,6 triliun) ditujukan menggantikan 80.000 kendaraan konvensional dengan kendaraan listrik, mendukung visi menjadikan Thailand negara berpendapatan tinggi dalam 12 tahun.

Kementerian Keuangan menaikkan proyeksi pertumbuhan 2026 menjadi 2,5%, lebih tinggi dari realisasi 2025 sebesar 2,4%, meski laju ini masih tertinggal dari sejumlah tetangga ASEAN.

Berita terkait