Thailand Obral Insentif Pajak Demi Gaet Pabrik Mobil Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Thailand meluncurkan kebijakan insentif pajak untuk memperkuat industri otomotif nasional. Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas berencana mengajukan pengurangan tarif cukai bagi produsen mobil yang membangun fasilitas produksi di dalam negeri serta meningkatkan penggunaan komponen lokal ke kabinet pada September 2026. Langkah ini bertujuan menarik investasi baru dan memperkuat rantai pasok domestik.
Secara lebih luas, Thailand menargetkan pertumbuhan ekonomi potensial di atas 3% dan rasio investasi mencapai 30% dari PDB dalam empat tahun ke depan. Program pendukung meliputi bantuan finansial 50.000 baht (sekitar Rp25 juta) per rumah tangga serta fasilitas pinjaman panel surya atap. Separuh dari dana pinjaman 400 miliar baht (sekitar Rp200 triliun) dialokasikan untuk transisi energi bersih. Di sektor EV, program senilai US$700 juta (sekitar Rp11,6 triliun) ditujukan menggantikan 80.000 kendaraan konvensional dengan kendaraan listrik, mendukung visi menjadikan Thailand negara berpendapatan tinggi dalam 12 tahun.
Kementerian Keuangan menaikkan proyeksi pertumbuhan 2026 menjadi 2,5%, lebih tinggi dari realisasi 2025 sebesar 2,4%, meski laju ini masih tertinggal dari sejumlah tetangga ASEAN.
Bagikan
Berita terkait
Indonesia Dapat Keuntungan Berlapis Bila Memproduksi Sendiri Kendaraan Listrik Nasional
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 22.35
BAIC Indonesia Raih 407 SPK di GIIAS 2026, BJ30 HEV Jadi Model Terlaris
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 18.40
Pertamina Lubricants Produksi Oli untuk Mobil Listrik, Ini Jenisnya
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 14.03
Video: Efek RKAB-Biaya BBM Naik, Penambang Tunda Beli Truk-Alat Berat
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 18.00