Thailand Naikkan Pajak Impor Kendaraan Listrik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496554/original/096495200_1770548049-7.jpg)
Dewan Investasi Thailand (BOI) menyetujui kenaikan pajak cukai atas impor kendaraan listrik (EV) untuk mendorong investasi manufaktur otomotif lokal. Kendaraan yang diimpor dalam kondisi utuh (CBU) akan dikenakan tarif pajak tertinggi, melampaui tarif cukai 10% yang berlaku saat ini. Tarif pajak yang lebih rendah akan diberikan untuk kendaraan yang diimpor untuk pengujian atau perakitan lokal, sementara kendaraan yang diproduksi di dalam negeri dengan komponen lokal akan mendapatkan tarif pajak terendah. Masa transisi akan diberikan agar produsen otomotif dapat menyesuaikan diri dengan aturan baru, meskipun durasinya belum ditentukan. Tarif pajak akhir akan diputuskan pada akhir September 2026.
Pada tujuh bulan pertama tahun 2026, kendaraan listrik, hibrida, dan plug-in hybrid mencapai 55% dari penjualan mobil baru, melebihi jumlah kendaraan bermesin pembakaran internal untuk pertama kalinya. Nilai persetujuan investasi dari BOI untuk ekosistem kendaraan listrik mencapai US$ 4,59 miliar (Rp 80,44 triliun) dengan 189 proyek hingga Agustus 2026. Thailand merupakan pusat produksi dan ekspor regional utama bagi produsen seperti BYD dan Toyota Motor.
Kepala BOI, Narit Therdsteerasukdi, menyatakan bahwa transisi sektor otomotif Thailand bertujuan mengubah permintaan konsumen yang pesat menjadi pembentukan modal jangka panjang, lokalisasi teknologi, dan lapangan kerja berkualitas.
Bagikan
Berita terkait
Thailand Obral Insentif Pajak Demi Gaet Pabrik Mobil Baru
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 21.00
Pemerintah kaji insentif kendaraan listrik berbasis TKDN
ANTARA News · 3 September 2026 pukul 12.41
Penjualan Mobil Listrik Melonjak 80%, Airlangga Pede Ekonomi RI Kuat
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 13.31
Indonesia Dapat Keuntungan Berlapis Bila Memproduksi Sendiri Kendaraan Listrik Nasional
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 22.35