Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tiba-Tiba Ada Kabar Genting di Jalur Pembelah Samudra Atlantik-Pasifik

Otoritas Terusan Panama (ACP) akan membatasi jumlah kapal yang melintasi Terusan Panama mulai 4 September 2026, menurunkan kapasitas dari 40 kapal per hari ke 34 kapal per hari, lalu ke 32 kapal per hari pada 15 September. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi penurunan ketinggian air akibat fenomena El Niño yang diproyeksikan memicu kondisi cuaca yang lebih kering. Kebijaran ini menandai perubahan sikap ACP yang sebelumnya menyatakan tidak akan membatasi lalu lintas kapal pada 2026. Pada Mei 2026, ACP menyatakan langkah konservasi air yang telah dilakukan cukup untuk menjaga operasional jalur tersebut.

Terusan Panama menangani sekitar 5% dari total perdagangan maritim global dan dalam kondisi normal memiliki kapasitas sekitar 40 kapal per hari. Sejak Juni 2026, rata-rata jumlah kapal yang melintas adalah 35 kapal per hari. Penurunan signifikan jumlah kapal yang dapat melintas berpotensi memperlambat pengiriman internasional dan meningkatkan biaya logistik. Gangguan serupa terjadi pada 2023 ketika kekeringan parah memangkas lalu lintas kapal sekitar 36%, menyebabkan antrean panjang dan pencarian jalur alternatif oleh kapal.

Penurunan ketinggian air diperkirakan dikaitkan dengan fenomena El Niño dan perubahan iklim. Para ilmuwan memperkirakan El Niño yang terjadi dalam beberapa bulan mendatang berpotensi menjadi salah satu terkuat dalam catatan sejarah, dengan risiko panas ekstrem, kekeringan, banjir, dan peristiwa cuaca ekstrem lainnya. Terusan Panama menggunakan sistem lock dan bergantung pada pasokan air dari Danau Gatun dan waduk lainnya, yang juga menjadi sumber air minum untuk Panama City, sehingga tekanan terhadap ketersediaan air meningkat saat terjadi kekeringan.

Berita terkait