Tiba-Tiba AS Pindahkan Kapal Induk dari Dekat RI, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemindahan USS George Washington dari kawasan Indo-Pasifik ke Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln dinilai meninggalkan celah keamanan bagi AS. Mantan Komandan Carrier Strike Group 5, Laksamana Muda (Purn) Mark Montgomery menyatakan langkah ini merupakan risiko keamanan nasional AS karena mengirimkan pesan pencegahan yang lemah kepada China dan tidak memberikan jaminan keamanan bagi sekutu di Pasifik. Montgomery menambahkan bahwa Washington kehilangan sebagian kekuatan angkatan laut AS di Asia dalam jangka panjang. Penarikan George Washington diproyeksikan membuat AS hanya memiliki kehadiran angkatan laut yang terbatas di Pasifik selama lebih dari 1,5 tahun. Direktur Program Asia Tenggara CSIS, Greg Poling, menyatakan China dapat melihat situasi tersebut sebagai keuntungan strategis. Penggantian ini terjadi ketika USS Abraham Lincoln mengalami kondisi buruk, termasuk menipisnya persediaan serta menurunnya kesehatan mental awak. Kondisi ini menjadi perhatian karena Angkatan Laut AS semakin terbebani oleh konflik di Timur Tengah, sekaligus harus tetap menghadapi konfrontasi dengan China di Indo-Pasifik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 04.40
AS Pindahkan Aset Militernya ke Timur Tengah, Mengapa 3 Negara Ini Ketar-ketir?
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 19.15
China Tolak Sanksi Sepihak AS ke Iran, Tekanan Ekonomi Bukan Solusi Perang
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 10.50
Akhirnya, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Hengkang dari Timur Tengah
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 07.28
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
Berita terkait
Dalangi Penyelundupan Chip Canggih Nvidia ke China, CEO Ditangkap
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 22.00
Harga Minyak Panas Lagi ke US$102,6 saat Tunggu Sinyal Pasokan Global
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 09.51
Harga Minyak Dunia Naik Gila-gilaan: China Bekukan Ekspor BBM, Pasukan AS Bergerak
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 08.31
Golongan Orang China Ini Dilarang Keras ke Luar Negeri, Tak Ada Ampun
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.20