China Tolak Sanksi Sepihak AS ke Iran, Tekanan Ekonomi Bukan Solusi Perang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China menolak sanksi sepihak AS terhadap Iran, menyatakan tekanan ekonomi bukan solusi untuk konflik Timur Tengah. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menegaskan sanksi tidak akan menyelesaikan masalah dan mengusulkan penyelesaian melalui cara politik dan diplomatik. China juga menentang sanksi unilateral yang tidak memiliki dasar hukum internasional atau otorisasi Dewan Keamanan PBB.
Penolakan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana "perang ekonomi dan isolasi" terhadap Iran, mengancam negara yang mendukung Teheran akan menghadapi konsekuensi ekonomi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga berjanji menerapkan sanksi ekonomi terberat untuk "meruntuhkan" rezim Iran. Ancaman ini datang enam bulan setelah konflik bersenjata antara AS dan Iran dimulai tanpa kemenangan diplomatik yang jelas.
Iran merespons dengan menyebut sanksi sebagai "terorisme ekonomi" yang menargetkan hak asasi manusia warga Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan sanksi AS merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. China konsisten menentang pendekatan paksa ini dan mendorong dialog damai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.53
AS Ultimatum Sekutu dan China: Dukung Isolasi Ekonomi Iran atau Hadapi Konsekuensi
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.51
Presiden Iran: Kita di Posisi Kuat dan Bermartabat Akhiri Perang dengan AS
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 19.34
Respons Sjafrie soal Menhan China Sebut RI-China Senasib Lawan Asing
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.32
AS Desak China Soal Isolasi Ekonomi Iran: Dukung atau Lawan Kami?
Berita terkait
China Menentang Ancaman Trump soal Perang Ekonomi terhadap Iran
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 22.32
Negara Teluk Uji Pengaruh China ke Iran, Sekuat Apa Xi Jinping?
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 20.30
China Tak akan Tunduk pada Tekanan AS untuk Berhenti Beli Minyak Iran
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 19.31
Menhan Sjafrie Terima Kunjungan Menhan RRC, Bahas Kerja Sama Pertahanan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 11.46