Tifatul Soroti Anomali Daya Beli di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen, namun daya beli masyarakat justru melemah. Ketua Kelompok IV Badan Pengkajian MPR RI Tifatul Sembiring menyoroti anomali ini dalam FGD di Depok, menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan tidak tercermin dalam kesejahteraan riil masyarakat. Tekanan inflasi harga kebutuhan pokok, maraknya impor produk murah, dan PHK menjadi faktor yang memperparah kondisi ini. Berdasarkan data BPS, sekitar 22,93 juta penduduh hidup dengan pendapatan sekitar Rp700 ribu per bulan, sementara mayoritas masyarakat masih di bawah Rp1,5 juta. Akibatnya, sekitar 10 juta kelas menengah mengalami penurunan kelas akibat kenaikan harga tanpa imbang pendapatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 09.00
Jujur Janggal! Trump Yakin Ekonomi AS Tembus 20%
JawaPos · 2 September 2026 pukul 07.15
Rupiah Diprediksi Melemah Rabu 2 September, Bisa Tembus Rp 17.790 per Dolar AS
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 22.00
Inflasi Pangan Naik, Destry: Jadi Pekerjaan Rumah Bersama
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 21.45
Inflasi Jabar Agustus 2026 Capai 0,21 Persen, Panen Raya Tahan Gejolak Harga
Berita terkait
Tren Harga Beras Terus Naik Sejak Januari 2026, Eceran Tembus Rp 15.641 per Kg
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 15.45
Bidik Ekonomi Tumbuh 6%, Pemerintah Patok Rupiah 17.500 per Dolar AS
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 15.05
Inflasi Inti Bergerak ke 2,92%: Terkerek Harga Emas, Laptop-Oli Mesin
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.10
Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19 Persen, Harga Daging Ayam Jadi Penyumbang Utama
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 12.46