Tim Dokter Umumkan Penyebab Kematian Sutrimo: Serangan Jantung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim dokter menyimpulkan kematian Sutrimo, pria yang bekerja dengan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, disebabkan serangan jantung iskemik. Dari hasil ekshumasi dan autopsi di Polda Metro Jaya, tidak ditemukan luka kekerasan atau pestisida. Kafein ditemukan di berbagai organ, namun tidak ada arsen, sianida, atau alkohol. Perubahan patologis pada sistem kardiovaskuler mengindikasikan penyempitan pembuluh darah koroner yang menghambat aliran darah dan oksigen ke jantung. Sutrimo meninggal dunia pada 23 Juli 2026 setelah tidak sadar diri, dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Busa di mulut disebabkan edema paru akut dan saluran napas tidak lancar. Ekshumasi selesai dalam 3,5 jam di Desa Wlahar, Banyumas. Temuan ini menegaskan kematian Sutrimo secara alami tanpa keterlibatan kekerasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 17.21
Terungkap Penyebab Muncul Busa di Mulut Sutrimo
Berita terkait
Mayat Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Terbakar di Pos Ronda di Demak
kumparan · 1 September 2026 pukul 09.47
Busa di Mulut Jenazah Sutrimo Bukan Racun, Tim Ekshumasi Sebut Cairan dari Paru-Paru
JawaPos · 30 September 2026 pukul 17.45
Poltekpel Malahayati Buka Suara soal Mahasiswa Meninggal Saat Ospek
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 15.00
Kawat Tertinggal di Jantung Pasien Cuci Darah, RSUD AWS Buka Suara
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.53