Tim MORA Air Fund Rancang Model Deradikalisasi Berbasis Gender, Libatkan Eks Napiter Perempuan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim peneliti MORA The Air Fund Program LPDP sedang mengembangkan model deradikalisasi berbasis gender untuk pencegahan dan penanggulangan radikalisme di Indonesia. Penelitian ini menjadi fokus tahun kedua dan disusun melalui kegiatan riset kolaboratif di Makassar pada 6-8 Agustus 2026, yang menggabungkan akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat. Forum tersebut bertujuan memastikan hasil penelitian tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dan berguna bagi kebutuhan sosial.
Ketua peneliti Prof. Ilyas Supena menjelaskan bahwa pada tahun pertama, tim fokus melakukan eksplorasi dan penggalian data terkait fenomena radikalisme. Pada tahun kedua, penelitian beralih ke penyusunan modul dan model deradikalisasi yang komprehensif, dengan pendekatan yang mempertimbangkan dimensi gender.
Sekretaris LP2M UIN Walisongo Semarang, Abdul Karim, menekankan bahwa luaran penelitian diharapkan dapat menghasilkan publikasi internasional bereputasi, khususnya yang terindeks Scopus, sekaligus memberikan manfaat praktis bagi masyarakat. Model ini diharapkan menjadi inovasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan paham radikal di Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Perempuan Perlu Diberi Ruang untuk Ambil Peran Strategis di Berbagai Bidang, Termasuk Ekonomi
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 20.25
Urban Slow Observation Membaca Pelecehan Verbal Barista Perempuan dari Perspektif Ketenagakerjaan
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 14.50
Bangun Kemandirian Pesantren, BNPT Perkuat Ekonomi dan Keterampilan Santri
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 06.22
Nahdiyin Ingin Pemimpin PBNU Mendatang Independen dari Kekuasaan dan Responsif Gender
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.21