Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Tiongkok Bantah Proyek Hydropower Picu Banjir Bandang Nepal-Tibet

Pemerintah Tiongkok membantah tudingan bahwa proyek pembangkit listrik tenaga air (hydropower) miliknya menyebabkan banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menyatakan bahwa studi ahli dan lembaga resmi dari kedua negara menunjukkan bencana ini dipicu oleh faktor alam, khususnya runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal yang menyebabkan tanah longsor dan kemudian berkembang menjadi banjir bandang. Menurut Guo, spekulasi mengaitkan proyek hydropower Tiongkok dengan bencana tersebut tidak berdasar fakta.

Tiongkong juga menegaskan komitmennya dalam membantu Nepal menghadapi dampak bencana tersebut. Pemerintah Tiongkok telah mengirimkan bantuan tunai darurat sebesar 50 ton serta tim ahli penyelamat terowongan ke wilayah terdampak di Nepal. Selain itu, Tiongkok juga membagikan data penting termasuk citra satelit, informasi hidrologi, dan peringatan dini terkait danau penghalang di hulu kepada Nepal.

Meskipun demikian, sejumlah pengamat termasuk ahli geostrategi India, Brahma Chellaney, menyampaikan bahwa meskipun proyek hydropower Tiongkok tidak secara langsung menyebabkan runtuhnya gletser, aktivitas pembangunan di kawasan hulu Tibet berpotensi memperparah dampak bencana yang meluas ke wilayah hilir. Proyek yang dimaksud berada di bagian hilir Sungai Yarlung Tsangpo dan direncanakan sebagai lima pembangkit listrik berantai, dengan pembangunan dimulai pada Juli 2025.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait