Tips Mengelola Keuangan Tetap Sehat dan Stabil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bekerjar setiap hari menimbulkan berbagai kebutuhan keuangan, mulai dari transportasi hingga pengeluaran mendadak. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026, tingkat kredit macet pinjaman online (pinjol) naik dari 2,77% ke 4,52%, dengan kelompok usia 19–34 tahun menyumbang hampir separuh total gagal bayar. Laporan Mekari (2022) menunjukkan 88,3% karyawan butuh dana darurat setidaknya sekali dalam setahun, dan 92% dana tersebut digunakan untuk kebutuhan pokok bukan konsumsi. Kenaikan kredit macet ini bukan anomali, melainkan sinyal bahwa banyak pekerja belum memiliki akses aman terhadap dana mendesak.
Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan mulai mengadopsi solusi seperti Earned Wage Access (EWA), yang memungkinkan karyawan mengakses gaji yang sudah terEarned tanpa perlu pinjaman. Menurut Stevens Jethefer dari Mekari Flex, fitur ini mengurangi risiko cash flow dan memberikan dana instan tanpa mengganggu likuiditas perusahaan. HR Manager juga melaporkan bahwa sistem ini menggantikan pinjaman langsung yang sulit dikontrol, karena dana yang dicairkan otomatis dipotong saat payroll.
Menjaga kesehatan keuangan tidak hanya soal jumlah uang, tetapi juga kemampuan mengatur pengeluaran dan mempersiapkan diri untuk kebutuhan tak terduga. Suwandi Soh, CEO Mekari, menekankan bahwa employee benefits kini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menarik dan mempertahankan talenta. Benefit seperti EWA bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi investasi bagi karyawan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik Rp3 Juta/Unit, Kapan Diberikan?
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 17.27
Penyaluran Kredit Citibank Indonesia Tumbuh 8,05 Persen Semester I 2026
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 16.58
Citi Indonesia Catatkan Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga Baik di Semester Pertama 2026
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.23
Hipertensi di Usia Muda Makin Marak, Tekanan Pekerjaan di Kantor Jadi Salah Satu Pemicunya
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 16.00