TNI Buka Suara Soal Kericuhan Peringatan Hari Damai Aceh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325054/original/095915200_1786796619-Kericuhan_Peringatan_Hari_Damai_Aceh.jpg)
Mabes TNI mengimbau menghormati simbol negara setelah kericuhan di peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Baiturrahman, Banda Aceh pada 15 Agustus 2026. Bentrokan terjadi ketika massa menggantikan bendera Merah Putih dengan bulan bintang di gapura masjid, diikuti pelemparan batu dan senjata api ke polisi. Polisi menangani dengan air, gas air mata, hingga bubaran massa. TNI koordinasi dengan keamanan dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas Aceh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 18.05
Kapolri Tegaskan Situasi Aceh Sudah Kondusif Pasca Ricuh di Hari Damai
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 18.05
Kapolri Tegaskan Situasi Aceh Sudah Kondusif Pascaricuh di Hari Damai
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 13.18
KSAD Tegaskan Dukung Polri Amankan Aceh Usai Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 01.00
21 Tahun Damai Aceh Ternoda Kericuhan, JK Singgung Ada Pihak yang Tidak Senang
Berita terkait
Prajurit TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang usai Peristiwa Kericuhan di Masjid Raya Baiturrahman
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 19.46
Hari Damai Aceh 2026 Ricuh, TNI Minta Semua Pihak Hormati Simbol Negara
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 12.15
TNI soal Ricuh di Aceh: Hormati Simbol Negara, Jaga Ketertiban
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 20.22
Hari Damai Aceh Ricuh, Kapolri Pastikan Situasi Terkendali
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.04