Hari Damai Aceh 2026 Ricuh, TNI Minta Semua Pihak Hormati Simbol Negara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Agustus 2026 berakhir ricuh. Massa terlibat bentrokan dengan petugas gabungan TNI-Polri yang ditandai dengan aksi penurunan bendera Merah Putih, pelemparan batu ke arah aparat, hingga laporan pembakaran kendaraan dinas TNI. Aparat merespons dengan tembakan peringatan ke udara dan gas air mata untuk mengendalikan situasi.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyayangkan insiden tersebut dan mengimbau semua pihak untuk menghormati simbol negara serta menjaga ketertiban guna mencegah konflik lebih luas. Saat ini, TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memastikan stabilitas dan kondusivitas wilayah Aceh tetap terjaga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 20.22
TNI soal Ricuh di Aceh: Hormati Simbol Negara, Jaga Ketertiban
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.27
Dudung soal Ricuh di Aceh: Hanya Oknum, Rakyat Aceh itu NKRI
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 12.36
Usai Ricuh di Hari Damai Aceh, TNI AD Akan Dukung Tugas Polri Tegakkan Hukum
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 12.17
KSAD Sebut Tak Ada Penambahan Pasukan di Aceh Usai Ricuh
Berita terkait
Prajurit TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang usai Peristiwa Kericuhan di Masjid Raya Baiturrahman
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 19.46
Menko Polkam Minta Aparat Dalami Penurunan Bendera Merah Putih di Aceh
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 19.01
Hari Damai Aceh Ricuh, Massa Copot Bendera Merah Putih di Pendopo Gubernur
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 11.50
JK Ungkap Pemicu Kericuhan di Peringatan Hari Damai Aceh
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 06.34