TNI Kejar Pelaku Penembakan Sopir Asal Toraja di Wamena
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

TNI sedang mengejar pelaku penembakan terhadap seorang sopir asal Toraja di Wamena, Papua Pegunungan. Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigadir Jenderal Muhammad Nas, menyatakan bahwa tindakan penembakan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan. TNI juga melakukan penguatan pengamanan untuk melindungi masyarakat setempat. Menurut Nas, pelaku yang diduga termasuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) sedang dicari agar dapat diproses sesuai hukum. Insiden ini dilakukan untuk mencegah serangan serupa dan menjaga keamanan warga di wilayah tersebut.
Sementara itu, Amnesty International Indonesia mengecam serangkaian pembunuhan warga sipil di Papua dan mendesak pemerintah serta DPR untuk membuka dialog damai. Beberapa insiden serupa melibatkan kelompok OPM, termasuk penembakan tiga warga sipil di Yahukimo yang menewaskan tiga orang. TNI juga mengirim tim khusus untuk melindungi warga di wilayah yang terdampak konflik.
Insiden kekerasan di Papua terus menimbulkan kekhawatiran, dengan berbagai pihak menginginkan solusi damai dan perlindungan yang lebih efektif bagi warga sipil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 14.41
Detik-Detik Sopir Travel Ditembak di Wamena, Pelaku Diduga OPM
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.21
TNI Sebut OPM Bakar Sopir Lajuran dan Mobilnya di Papua
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 23.59
Mendagri Minta Pengamanan ASN di Papua Diperkuat
JawaPos · 16 September 2026 pukul 18.45
TNI Perkuat Pengamanan Jalur Trans Wamena Pasca Penembakan Aris Sanda oleh OPM
Berita terkait
Koops TNI Habema Kejar Pelaku Penembakan 3 Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya
JawaPos · 12 September 2026 pukul 17.45
Komisi I Desak Ungkap Pemasok Senjata dalam Penembakan 3 ASN di Jayawijaya
kumparan · 12 September 2026 pukul 09.48
Ketika ASN Menjadi Sasaran: Teror KKB dan Tantangan Negara Hadir di Papua
kumparan · 11 September 2026 pukul 20.00
Komisi I DPR: Penembakan 3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Sangat Keji
Detik.com · 11 September 2026 pukul 19.01