Tolak Aksi Provokasi, PB PII Sebut Penyampaian Aspirasi Bagian dari Demokrasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) menolak rencana aksi berbagai elemen pada 27 Agustus 2026 yang dianggap menjadi sarana provokasi. Dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Ketua Umum PB PII, Kevin Prayoga, memahami munculnya berbagai aspirasi masyarakat sebagai hal wajar dalam demokrasi. Namun, ia menekankan setiap mobilisasi publik harus memastikan penyampaian aspirasi tidak berkembang menjadi ruang provokasi, politik kebencian, disinformasi, agitasi, atau narasi mempertajam polarisasi sosial. PB PII mencermari rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di DPR pada tanggal tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 09.24
PB PII Serukan Persatuan, Tolak Aksi Provokasi
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 15.56
Pengusaha Ingatkan Pentingnya Stabilitas untuk Jaga Ekonomi
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 19.36
PB PII Ingatkan Agar Penyampaian Aspirasi Warga Pati ke DPR Tanpa Provokasi
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 18.28
PB PII Serukan Persatuan, Tolak Aksi Provokasi
Berita terkait
Kawal Aspirasi & Tangkal Disinformasi, Polri Dorong Ruang Demokrasi Aman
kumparan · 29 September 2026 pukul 14.26
Polri: Jaga Ruang Demokrasi, Layani Aspirasi dan Lindungi Aktivitas Masyarakat
kumparan · 24 September 2026 pukul 10.08
HUT DPD-MPR, Ketua DPD Harap Lembaga Parlemen Solid & Kolaboratif
Detik.com · 1 September 2026 pukul 16.50
Isu Penting di RUU Pemilu, Salah Satunya AI
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 04.00