Transparansi Impor Migas Diperkuat melalui Pendampingan Kejaksaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina Patra Niaga menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung untuk memperkuat transparansi impor minyak mentah, BBM, dan LPG periode 2026-2027. Kerja sama ini melalui Pakta Integritas Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) bertujuan mengawal proses pengadaan energi, memitigasi risiko hukum, serta mendukung ketahanan energi nasional di tengah volatilitas harga minyak dunia dan ketidakpastian geopolitik. Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga Erwin Suryadi menegaskan kebutuhan untuk memastikan setiap keputusan pengadaan dilakukan secara terbuka, sesuai hukum, dan berorientasi pada kepentingan bangsa. Kejaksaan hadir untuk memberikan pendampingan profesional, netral, dan akuntabel berdasarkan Pedoman Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2023. Selain itu, Pertamina Patra Niaga berhasil memulihkan operasional 32 SPBU di Flores pascagempa serta menurunkan harga Bright Gas di Jawa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 20.30
Pertamina Patra Niaga Gandeng Jamintel Kejaksaan Agung Kawal Transparansi Impor BBM, Crude, dan LPG
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.00
Pemerintah Sudah Uji Ketahanan dan Pengisian Ulang CNG
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 13.47
Gerindra: RUU Migas Bentuk Pengembalian Kedaulatan Negara Atas Migas
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 17.26
PHE ONWJ Gaungkan Target 1 Juta Barel dan Kedaulatan Energi Indonesia
Berita terkait
Harga Bright Gas Dibanderol Rp218.000 per Tabung
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 16.13
Akademisi UGM dan Unpad Ungkap Kunci Capai Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.18
Pertamina Dinilai Cepat Menjaga Pasokan Energi di Tengah Gempa NTT
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.43
Pertamina Hulu Rokan Tambah Pasokan Minyak 2.128 BOPD dari Sumur MESO 22
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 18.20