Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Tren Microtransaction Game: Kemudahan Transaksi Digital dan Risiko Pengeluaran Implusif

Microtransaction mengubah cara gamer membeli barang virtual melalui transaksi digital yang praktis. Studi 2024 dengan 180 konsumen menunjukkan pemain siap membayar untuk skin, karakter, dan item game. Namun, pembelian kecil yang berulang dapat menghabiskan banyak uang. Penelitian di Addictive Behaviors Reports menemukan kaitan microtransaction dengan gangguan bermain internet dan gambling disorder, terutama pada loot box. Di Indonesia, Data IASC OJK mencatat lebih dari 636.000 laporan penipuan sejak November 2024. Bank Indonesia menyatakan volume transaksi digital mencapai 5,50 miliar pada Juli 2026 dengan pertumbuhan QRIS 82,42%.

Berita terkait