Tren Microtransaction Game: Kemudahan Transaksi Digital dan Risiko Pengeluaran Implusif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Microtransaction mengubah cara gamer membeli barang virtual melalui transaksi digital yang praktis. Studi 2024 dengan 180 konsumen menunjukkan pemain siap membayar untuk skin, karakter, dan item game. Namun, pembelian kecil yang berulang dapat menghabiskan banyak uang. Penelitian di Addictive Behaviors Reports menemukan kaitan microtransaction dengan gangguan bermain internet dan gambling disorder, terutama pada loot box. Di Indonesia, Data IASC OJK mencatat lebih dari 636.000 laporan penipuan sejak November 2024. Bank Indonesia menyatakan volume transaksi digital mencapai 5,50 miliar pada Juli 2026 dengan pertumbuhan QRIS 82,42%.
Bagikan
Berita terkait
Amran Minta Beras Fortifikasi Abal-abal Ditarik, Warga Dilarang Beli
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.49
Izin Usaha Produsen Beras Fortifikasi yang Tak Penuhi Syarat Bisa Dicabut
kumparan · 15 September 2026 pukul 13.35
Waspada Beras Palsu! Mentan Rilis Daftar 25 Beras Fortifikasi Abal-abal di Pasaran
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 13.33
Mentan Umumkan Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.09