Amran Minta Beras Fortifikasi Abal-abal Ditarik, Warga Dilarang Beli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memerintahkan penarikan darurat 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar (TMS) setelah hasil laboratorium menunjukkan ketidaksesuaian kandungan dengan label. Produk-produk tersebut dinilai jual mahal di atas harga wajar, dengan selisih rata-rata Rp9.695 per kg. Amran menegaskan beras fortifikasi harus menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan masyarakat miskin, bukan alat penipuan. Pemerintah memproses hukuman untuk pelanggaran dan memperkirakan kerugian konsumen mencapai Rp89 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 September 2026 pukul 13.00
Amran Ungkap Merek Beras Fortifikasi Tak Penuhi Syarat, Konsumen Rugi Rp 89 T
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 14.30
Rincian 25 Merek Beras Fortifikasi yang Diduga Palsu
JawaPos · 15 September 2026 pukul 14.15
Bapanas Bongkar Dugaan Praktik Curang Beras Fortifikasi, Kenali Sejumlah Mereknya
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 14.00
Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi Palsu, Kerugian Konsumen Capai Rp 89 Triliun
Berita terkait
Amran Geram, Beras Fortifikasi Abal-abal Rugikan Masyarakat Rp 89 T
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.54
Hasil Belum Dirilis, Amran Beberkan Update Uji Lab Beras Fortifikasi
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.38
Temukan 93 Persen Sampel Tak Sesuai, Pemerintah Kejar Oknum Permainan Beras Fortifikasi
JawaPos · 3 September 2026 pukul 17.30
Amran Bongkar Kecurangan Produsen Beras, "Curi" Duit Warga RI Rp89 T
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 18.50