Trump Geram Perusahaan-perusahaan Minyak Untung Besar saat Perang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap keuntungan besar yang diperoleh perusahaan minyak raksasa seperti ExxonMobil dan Chevron, yang menurutnya meraup keuntungan berlebihan akibat kelangkaan pasokan saat perang Iran. Trump menyampaikan pesan kepada para wartawan bahwa ia tidak senang dengan kinerja keuangan perusahaan-perusahaan tersebut. Ia menekankan bahwa perusahaan yang mencatatkan laba 12 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya seharusnya mengembalikan sebagian keuntungan kepada masyarakat dan menurunkan harga eceran untuk konsumen. Big Oil tetap menjadi salah satu lobi paling berpengaruh di Washington dengan jaringan politik yang luas dan operasi berskala besar yang telah lama dipelihara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.01
Trump Ancam Jebloskan Pengkritik Pasokan Amunisi AS ke Penjara!
Berita terkait
Trump Bolehkan Kapal Berbendera Asing Angkut BBM ke AS
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 08.30
Raksasa Migas Untung Besar di Tengah Perang, Trump Uring-uringan
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 20.10
Senator AS: Trump Kalah dalam Perang Iran!
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 07.22
Mengapa Perusahaan-perusahaan Minyak Dunia Untung Besar karena Perang Iran?
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 12.38