Trump Geram Perusahaan-perusahaan Minyak Untung Besar saat Perang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap keuntungan besar yang diperoleh perusahaan minyak raksasa seperti ExxonMobil dan Chevron, yang menurutnya meraup keuntungan berlebihan akibat kelangkaan pasokan saat perang Iran. Trump menyampaikan pesan kepada para wartawan bahwa ia tidak senang dengan kinerja keuangan perusahaan-perusahaan tersebut. Ia menekankan bahwa perusahaan yang mencatatkan laba 12 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya seharusnya mengembalikan sebagian keuntungan kepada masyarakat dan menurunkan harga eceran untuk konsumen. Big Oil tetap menjadi salah satu lobi paling berpengaruh di Washington dengan jaringan politik yang luas dan operasi berskala besar yang telah lama dipelihara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.01
Trump Ancam Jebloskan Pengkritik Pasokan Amunisi AS ke Penjara!
Berita terkait
Perang Iran Meluas, Trump Cari Jalan Keluar Lewat Negosiasi
Detik.com · 23 September 2026 pukul 16.17
Trump Sudah Keok Lawan Iran, Mulai 'Dibenci' di Negara Sendiri
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 08.35
Warga AS Protes Perang Iran, Tingkat Kepuasan Terhadap Trump Turun Jadi 32%
Detik.com · 22 September 2026 pukul 06.17
Media AS Sebut Jumlah Tentara AS yang Tewas Akibat Perang Iran Melampui Angka Resmi
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 16.10