Trump Geram Sebut Exxon hingga Chevron Terlalu Banyak Uang: Minta Harga Bensin Turun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump menyerang ExxonMobil dan Chevron, menuduh mereka meraup keuntungan berlebih dari kenaikan harga bensin akibat perang dengan Iran. Trump menuntut pemangkasan harga bensin untuk konsumen. Kekesalan memuncak karena CEO Chevron tidak mengapresiasi kebijakan administrasi yang membantu pemulihan bisnis migas AS. Melalui Truth Social, Trump menyindir Chevron terkait operasional di Venezuela.
Harga bensin eceran di AS mencapai USD4,10 per galon, naik lebih dari 30% sejak perang AS-Israel melawan Iran. Hal ini menjadi isu sensitif bagi Partai Republik menjelang pemilu sela November, yang mencakup pemilihan 435 kursi DPR dan 33-35 kursi Senat. Meskipun Trump membatalkan rencana serangan ke Iran, harga bensin turun lebih lambat, menunjukkan dampak geopolitik terhadap ekonomi domestik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 15.20
Trump Minta Exxon-Chevron Tekan Harga BBM Usai Raup Cuan Konflik Iran
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 08.17
Trump Tak Suka Exxon & Chevron Untung Gede Gara-gara Harga Minyak Tinggi
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 07.10
Trump Tiba-Tiba Serang Chevron-ExxonMobil: Sebut Tak Suka-Beri Ancaman
Berita terkait
Harga BBM Melonjak Imbas Perang AS-Iran, Trump Minta Sudah Terima Saja
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 09.00
Raksasa Minyak AS Raup Untung Besar-besaran, Kantongi Rp 2,8 T/Hari
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 22.00
Keluarga Trump Bikin Perusahaan Kripto, Dapat Lampu Hijau Regulator AS
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 09.15
Sesumbar Trump Dibalas Ejekan Iran 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27