Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Tiba-Tiba Serang Chevron-ExxonMobil: Sebut Tak Suka-Beri Ancaman

Presiden AS Donald Trump mengkritik tajam raksasa energi ExxonMobil dan Chevron, menuding mereka meraup keuntungan berlebihan dari lonjakan harga minyak akibat perang dengan Iran. "Mereka menghasilkan terlalu banyak uang berdasarkan kelangkaan. Saya tidak menyukainya," kata Trump di Gedung Putih, Senin (3/8/2026). Ia menuntut kedua perusahaan memangkas harga eceran dan mengembalikan sebagian laba ke publik.

Laporan keuangan kuartal II menunjukkan laba Chevron melonjak hampir 400% menjadi US$ 12 miliar (Rp 192 triliun), sementara laba ExxonMobil naik dua kali lipat menjadi US$ 14,5 miliar (Rp 232 triliun). Harga minyak mentah AS naik sekitar 20% sejak serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari, dengan rata-rata penutupan US$ 92 per barel pada April-Juni, 27% lebih tinggi dari kuartal pertama. Harga bensin eceran rata-rata mencapai US$ 4,10 per galon, naik hampir 40% dari US$ 2,98 sebelum perang.

Menyusul pernyataan Trump, saham Chevron turun hampir 2%, sementara ExxonMobil sedikit melemah. Kedua perusahaan belum memberi komentar resmi. Saham juga tertekan penurunan harga minyak 5% karena harapan perundingan AS-Iran mencegah eskalasi konflik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait