Trump Kesal Pangkalan AS Digempur Iran, Janji Serang Teheran dengan Keras
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kekecewaan setelah Pangkalan Udara King Hussein dan Al-Azraq di Yordania menjadi sasaran serangan balasan Iran. Serangan ini dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menggunakan rudal balistik dan drone, sebagai respons atas serangan udara AS sebelumnya yang menargetkan Pulau Larak di Selat Hormuz. Menurut klaim Iran, serangan AS tersebut menewaskan dua tentara Iran dan seorang warga sipil, serta melukai beberapa orang lainnya.
Trump berjanji akan menyerang Iran dengan keras dan menegaskan bahwa AS tidak akan mentolerir aksi serangan semacam ini. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan negosiasi, menyatakan bahwa sanksi ekonomi yang diterapkan telah memberikan dampak kuat terhadap Iran. Meskipun ancaman militer tetap ada, Trump menekankan bahwa pertemuan masih bisa menjadi pilihan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Teheran tidak mencari konflik, namun akan memberikan respons tegas jika AS melakukan serangan lebih lanjut. Sementara itu, pemerintah Yordania melaporkan berhasil mencegat delapan rudal yang memasuki wilayah udaranya, dan tidak ada kerusakan signifikan yang dilaporkan di wilayah darat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 10.48
AS Ancam Serang Iran Lagi, Trump: Lihat Saja Apa yang Terjadi
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 21.15
Trump Ancam Balas Serangan Iran ke Pangkalan AS: Kami Akan Pukul Keras
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.06
Iran Balas Serang Pangkalan Udara AS di Yordania Usai Pulau Larak Dibom
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 08.29
Iran serang pasukan Amerika Serikat di Yordania
Berita terkait
Iran Membalas, Serang Fasilitas Militer AS di Yordania
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 07.30
Sikap Trump Berubah Drastis di Perang Iran, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 21.50
Trump Yakin Mojtaba Khamenei Masih Hidup
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 11.57
Terungkap Trump Nekat Perang Iran, Abaikan Warning dari Intelijen
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 17.40